Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah / 2026 Masehi Seluruh Ummat Muslim Merayakannya, Salah Satunya Keluarga Besar H. ABD. MUIN.P di Kota Makassar.
oplus_131072
MAKASSAR, Inspirator-rakyat– Genap satu bulan kita menjalani puasa menahan nafsu, haus, lapar, dan menjaga mata serta lisan kita semua di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 Masehi, kini tiba saatnya momen ummat muslim merayakan kemenangan di hari raya idul fitri (lebaran).
Dalam momen kemenangan di hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah / 2026 Masehi, salah satu keluarga besar H. ABD MUIN P merayakan kemenangan ini dengan penuh kegembiraan sambil berbagi, canda serta tawa telah meramaikan suasana lebaran, di jalan Tenku Umar 12, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu 22 Maret 2026, Provinsi sulawesi selatan.
Selain itu, kemenangan di hari raya idul fitri (lebaran) pintu maaf terbuka lebar-lebar bagi ummat muslim, setelah menjalani puasa Ramadhan selama 30 hari disetiap satu kali setahun, kini saatnya seluruh ummat muslim saling bersalam-salaman untuk menghapus dosa yang disengaja maupun tak sengaja di hari raya idul fitri.
Ada pun hari raya Idul Fitri (lebaran) ummat muslim berziarah kerumah keluarga, sanak keluarga, sahabat, dan teman, serta tak lupa juga untuk terlibat dahulu berziarah di makam bagi orang-orang yang kita cintai telah berpulang ke Rahmatullah.
Ziarah kubur saat Idul Fitri (lebaran) adalah tradisi budaya yang sangat kuat di seluruh Indonesia, umumnya dilakukan setelah salat Id atau saat mudik untuk mendoakan almarhum/almarhumah keluarga. Meski tidak wajib, ziarah diperbolehkan (sunnah) untuk mengingat akhirat dan mempererat silaturahmi, serta dianjurkan dilakukan secara khidmat.
Sedangkan saat hari raya idul fitri (lebaran), jika umat Muslim tidak saling memaafkan, dosa antarmanusia tetap melekat karena Allah belum mengampuninya, berpotensi menghalangi diterimanya amal ibadah, dan memelihara dendam yang dibenci Allah. Hal ini juga dapat menghilangkan kemuliaan hati, merusak silaturahmi, serta mengganggu kesehatan mental.
Beberapa poin bagi ummat muslim saat hari raya idul fitri (lebaran) tidak saling memaafkan:
1. Dosa Masih Ditanggung: Dosa kepada sesama manusia tidak akan diampuni Allah sebelum orang yang bersangkutan saling memaafkan, meskipun sudah berpuasa dan beribadah.
2. Amal Terhalang: Ada risiko amal kebaikan (terutama ibadah Ramadan) tidak diterima secara maksimal karena masih ada beban perasaan dendam, amarah, atau permusuhan.
3. Termasuk Orang yang Dibenci: Orang yang menaruh dendam dan menolak memberi maaf termasuk golongan yang dibenci Allah SWT.
4. Memutus Silaturahmi: Momen Lebaran yang seharusnya menyucikan hati menjadi sia-sia, dan hubungan persaudaraan bisa terputus.
5. Hati Tidak Tenang: Menyimpan kesalahan orang lain akan mengakibatkan penyakit hati, dendam, kecemasan, dan tidak adanya kedamaian batin. 
Keluarga besar H. ABD. MUIN. P Mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 🙏🙏🙏
“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga amal ibadah kita diterima dan hati kembali suci di hari yang fitri ini”. Amin
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita menuju kebaikan dan kesuksesan”. Amin Ya Robbal Alamin.🤲🤲🤲
P: (MM)
K/L: Nuraisyah / Fatmawati / Nurbaya / Syahril Dg. Taba
Editor: Musafir Muin









