Malam di Bassara, Bhabinkamtibmas Temui Remaja dan Ingatkan Bahaya Busur
TAKALAR — (inspiratorrakyat)-Malam belum terlalu larut ketika Bhabinkamtibmas Kelurahan Sabintang, Aipda Azhar Hasran, S.H., menyambangi sekelompok remaja yang tengah berkumpul di Lingkungan Bassara, Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sekitar pukul 21.30 Wita, suasana santai di sebuah rumah panggung itu berubah menjadi ruang dialog. Aipda Azhar duduk bersama para remaja, berbincang dari jarak dekat sembari menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pendekatan dialogis dipilih agar pesan kamtibmas tidak berhenti sebagai teguran, tetapi dapat dipahami dan diterima oleh para remaja.
Dalam pertemuan tersebut, Aipda Azhar mengingatkan mereka agar tidak terlibat dalam pembuatan, membawa, menyimpan maupun menggunakan busur atau anak panah. Senjata rakitan tersebut, kata dia, bukan hanya membahayakan orang lain, tetapi juga dapat menyeret penggunanya ke persoalan hukum.
Ia juga mengingatkan para remaja untuk menjauhi berbagai aktivitas yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas, seperti balap liar, minuman keras, narkoba, lem fox maupun obat-obatan terlarang. Ketika malam semakin larut, mereka diminta untuk kembali ke rumah dan tidak berkumpul hingga mengganggu ketenangan warga sekitar.
Aipda Azhar juga mengajak para remaja mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, mulai dari olahraga, kegiatan keagamaan hingga membantu orang tua. Mereka juga didorong untuk menjadi “polisi bagi dirinya sendiri” dengan menjaga perilaku dan ikut menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami tidak datang untuk sekadar membubarkan atau menegur, tetapi ingin berdialog dan memberikan pemahaman kepada adik-adik. Jangan sampai karena ikut-ikutan, membawa busur atau terlibat dalam pergaulan yang salah, akhirnya merugikan diri sendiri dan keluarga. Mari bersama-sama menjaga Lingkungan Bassara tetap aman,” ujar Aipda Azhar Hasran.
Pesan tersebut mendapat respons positif. Para remaja yang ditemui menyatakan memahami imbauan yang disampaikan dan berkomitmen tidak membuat maupun menggunakan busur serta turut membantu menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kasat Binmas Polres Takalar, AKP H. Sarro, S.Sos., mengatakan pendekatan persuasif melalui patroli dialogis merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran kamtibmas, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk mencegah potensi masalah sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
“Remaja adalah bagian penting dari masyarakat yang perlu kita rangkul. Karena itu, pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” kata AKP H. Sarro.
Ia menambahkan, Polres Takalar akan terus mendorong personel Bhabinkamtibmas untuk aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk menyambangi kelompok-kelompok pemuda pada waktu dan tempat yang dianggap rawan. Edukasi mengenai bahaya busur, narkoba, miras dan berbagai bentuk kenakalan remaja dinilai penting sebagai langkah pencegahan.
“Kami berharap para pemuda tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membawa mereka pada tindakan kriminal. Jadikan waktu luang untuk kegiatan yang positif dan produktif. Kalau ada persoalan di lingkungan, mari komunikasikan dengan Bhabinkamtibmas atau kepolisian, sehingga dapat diselesaikan sebelum menjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Asw-19





