Jembatan “Merah Putih Gineung Pratidina” Diresmikan, Simbol Kolaborasi Negara untuk Rakyat Takalar
TAKALAR – (inspiratorrakyat)-Akses konektivitas warga di Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, memasuki babak baru. Pada Kamis pagi, 30 April 2026, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., bersama Ketua DPRD Kabupaten Takalar H. Muh. Rijal Tawang meresmikan Jembatan Merah Putih “Gineung Pratidina”—sebuah infrastruktur yang diharapkan menjadi pengungkit mobilitas sekaligus denyut ekonomi masyarakat setempat.

Peresmian berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah dan pejabat terkait, mulai dari Ketua Fraksi Nasdem Kabupaten Takalar Nur Alim Rukman, Kepala Dinas PUPR Budiar Rosal Saleh, S.STP., M.Adm.Pemb., jajaran pejabat utama Polres Takalar, hingga unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Takalar H. Muh. Rijal Tawang menekankan pentingnya kehadiran infrastruktur sebagai fondasi kesejahteraan. Ia mengapresiasi peran aktif Kapolres Takalar yang dinilai menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Jembatan ini adalah bukti bahwa kepedulian lintas institusi mampu melahirkan manfaat nyata. Kami di DPRD siap mendukung penyelesaian akses lanjutan hingga terhubung ke jalan utama, demi optimalisasi pemanfaatannya,” ujarnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Kelurahan Pappa, H. Borahima Dg Kawang, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pembangunan jembatan tersebut.
Ia menilai kehadiran jembatan ini bukan sekadar sarana fisik, melainkan cerminan peran negara melalui kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
“Ini adalah kebutuhan mendesak warga. Semoga segala kontribusi yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” tuturnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, dilanjutkan dengan peninjauan langsung kondisi jembatan oleh para pejabat yang hadir.
Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas harian warga, khususnya dalam mengakses jalur utama dan pusat kegiatan ekonomi.
Dalam sesi doorstop, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman menjelaskan filosofi penamaan jembatan tersebut. Ia menyebut
“Merah Putih Gineung Pratidina” bermakna mengagungkan negara, yang diwujudkan melalui sinergi antar unsur—pemerintah daerah, DPRD, Polri, TNI, hingga perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa. “Di mana ada masyarakat membutuhkan negara, di situlah kami hadir. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi kami untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran jembatan ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat.
“Semoga jembatan ini menjadi penghubung tidak hanya secara fisik, tetapi juga mempererat kepercayaan masyarakat terhadap negara,” kata Kapolres.
Asw-19





