Krisis 1998 VS 2025 : Apakah Kita Sudah Belajar Dari Masa Lalu ?

Inspirator-Rakyat.com, Jakarta-Indonesia Nyaris Runtuh tahun 1998, Indonesia berada di ambang kehancuran. Rupiah anjlok ke Rp16.800 per dolar, harga kebutuhan pokok naik tajam, bank-bank tumbang, dan kepercayaan publik runtuh. Saat Soeharto lengser, Habibie naik sebagai presiden.

Banyak yang meremehkan, tapi ia membuktikan diri lewat tindakan, bukan janji. Habibie Bergerak Cepat Langkah konkret Habibie dalam 12 bulan:

• Membentuk BPPN

• Menutup 16 bank bermasalah

• Mengambil alih 7 bank besar

• Menggabungkan 4 bank BUMN jadi Bank Mandiri

• Menerbitkan obligasi rekap Rp650 triliun tujuannya satu : mencegah sistem keuangan kolaps.

Menjadikan BI Independen salah satu gebrakan besar Habibie adalah menjadikan Bank Indonesia independen lewat UU No. 23 Tahun 1999. BI bisa menetapkan kebijakan moneter tanpa campur tangan pemerintah.

Suku bunga dinaikkan hingga 70 persen untuk menarik kepercayaan pasar dan menstabilkan rupiah.

IMF dan Pengorbanan Pribadi Ketika IMF bersedia membantu, ada syarat yang sulit :

• Industri pesawat terbang harus dihentikan

• Proyek N-250 yang jadi kebanggaan Habibie harus dikorbankan

Habibie harus memilih: menyelamatkan mimpi pribadinya atau 200 juta rakyat Indonesia. Akhirnya, ia pilih stabilitas negara dan IPTN pun dihentikan. Hasilnya: Indonesia Pulih Dalam 12 bulan, hasilnya terasa :

• Rupiah menguat ke Rp6.550/USD

• Inflasi mulai terkendali

• Investor kembali percaya

• Bank kembali beroperasi

Habibie lengser dengan ekonomi yang mulai bangkit kembali.

2025 sejarah seolah berulang hari ini, Indonesia kembali menghadapi tekanan. Rupiah tembus Rp16.600 per dolar, pertumbuhan ekonomi melambat, PHK meningkat, dan investor mulai ragu. Krisis 1998 seperti datang kembali, tapi dengan wajah yang
berbeda. Apa yang Bisa Kita Pelajari ? Pelajaran dari Habibie untuk pemimpin hari ini :

• Ambil keputusan cepat, bukan populis

• Berani menghadapi kenyataan, bukan lari dari tanggung jawab

• Korbankan ego demi kepentingan rakyat

• Utamakan stabilitas jangka panjang, bukan pencitraan jangka pendek

Editor    : MUH. IKHSAN AM 

INSPIRATOR-RAKYAT.COM )

PEJUANG ASPIRASI RAKYAT )