Seorang Wanita Bernama Nanda Jadi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Makassar, Inspirator-rakyat– Seorang wanita yang bernama Nanda jadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Rudi Abdullah terhadap istrinya yang bernama Nanda yang berumur 21 tahun, kini Nanda tidak hanya mengalami penganiayaan fisik, Nanda juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa Rudi Abdullah selama ini mengaku sebagai anggota TNI, padahal sebenarnya hanya seorang honorer sipil di Kesdam Jayapura.
Kronologis terjadinya kekerasan pertama menjelang awal tahun 2025. Rudi Abdullah diduga memukul kepala Nanda dengan Handy Talkie (HT) hingga luka, kemudian mencekiknya sampai terjatuh ke aspal. Akibatnya, leher dan telinga Nanda mengalami luka cukup serius. Kakaknya sempat menyarankan untuk melakukan visum sebagai bukti hukum, tetapi Nanda memilih untuk menahan diri dengan harapan kejadian serupa tidak terulang.
Namun, kekerasan terus berlanjut Pada Januari 2025, Nanda dan Rudi memutuskan untuk silariang (kawin lari) dan tinggal di sebuah kontrakan. Keberadaan mereka sempat terdeteksi oleh pihak kepolisian setelah seorang provost, yang merupakan teman Rudi Abdullah memperingatkan mereka bahwa lokasi persembunyian mereka telah diketahui oleh Resmob. Karena khawatir ditangkap, mereka berpindah tempat dan menikah siri agar diperbolehkan tinggal di kontrakan baru.
Beberapa hari setelah menikah siri, keduanya menerima kabar duka bahwa orang tua Rudi Abdullah meninggal dunia. Mereka pun memutuskan kembali ke Makassar pada hari Selasa 4 Februari 2025. Namun, bukannya suasana duka, justru di kota ini Nanda kembali menjadi korban kekerasan yang dilakukan suaminya Rudi Abdullah. Nanda pun mengaku dipukul hingga mengalami keguguran.
Tidak berhenti di situ, Rudi bahkan mengancam nyawa Nanda dengan kata-kata mengerikan. “Kalau kau tidak keluar dari rumah, kamu akan jadi jenazah atau mandi darah,” ujar Rudi seperti ditirukan oleh Nanda. Ketakutan akan ancaman tersebut membuat Nanda meminta bantuan keluarganya di Jayapura untuk menghubungi kerabat di Makassar. Tak lama, seorang omnya datang menjemputnya dari rumah Rudi Abdullah di Antang dan membawanya ke rumah seorang tante di Jalan Daeng Tata.
Merasa keselamatannya terancam, Nanda akhirnya melaporkan kasus ini ke Resmob Polda Sulsel. Polisi bergerak cepat dan melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Rudi Abdullah mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas sebagai ajudan Kepala Rumah Sakit (Karungkit) di Jayapura. Karena ada unsur militer dalam kasus ini, tim Resmob menggandeng tiga anggota Polisi Militer (POM) untuk menangkap Rudi Abdullah di rumahnya di Perumahan UNHAS Blok C No. 75.
Saat penangkapan, ditemukan berbagai atribut mileter di rumah Rudi Abdullah, termasuk seragam TNI seragam kaos (BIN) dan sangkur. Namun, senjata api yang sebelumnya disebut-sebut dimiliki oleh Rudi Abdullah tidak ditemukan oleh aparat. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa Rudi bukan anggota TNI, melainkan hanya seorang honorer sipil di Kesdam Jayapura.
Yang mengejutkan, meskipun sudah ditangkap dan terbukti bukan anggota militer, Rudi Abdullah justru dipulangkan karenakan bukan anggota TNI, lanjut dengan kepolisian maupun Nanda sebagai korban. Keputusan ini menuai pertanyaan besar terkait transparansi dan profesionalisme dalam penanganan kasus tersebut.
Nanda ”Berterima kasih pihak POM yang mengamankan Rudi Abdullah. Ia menegaskan bahwa bukan hanya dirinya yang tertipu oleh pengakuan Rudi Abdullah sebagai anggota TNI, tetapi juga mantan istri dan keluarganya. “Dia punya seragam lengkap, bahkan pernah menodongkan senjata ke saya. Tapi ternyata dia bukan anggota TNI,” ungkap Nanda dalam keterangan Persnya yang berlangsung di Jalan Daeng Tata pada Minggu (23/3/2025) malam.
Selain meminta keadilan atas kasus penganiayaan yang menimpanya, Nanda juga berharap aparat hukum bisa menindak tegas Rudi Abdullah atas dugaan pemalsuan identitas sebagai anggota militer. Menurutnya, tindakan Rudi telah merugikan banyak pihak dan tidak seharusnya dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang jelas.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena unsur kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Nanda, tetapi juga karena adanya dugaan penyalahgunaan atribut militer. Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah tegas agar kasus ini tidak berakhir tanpa kejelasan hukum. (*Rz)
Rabu 26 Maret 2025
K/L : Sandi / Nuraisyah / Nurbaya / Fatmawati / Syahril Dg. Naba
E : Musafir Muin
( INSPIRATOR-RAKYAT.COM )
( PEJUANG ASPIRASI RAKYAT )





