Kemah Indonesia Sebut Aksi di Nasdem Tower Tuduhan Tidak berdasar terhadap Siti Nurbaya dan Puteranya*

 

(Inspiratorrakyat)-Aksi unjuk rasa  mengatasnamakan Koalisi Anti Korupsi Indonesia  di depan  NasDem Tower , Jakarta, Jumat (3/10/2025) menuai Bantahan  , .  Secara tegas, bantahan tersebut di utarakan  Heru Purwoko Kordinator Kemah Indonesia , Sabtu (4/10/2025 ) yang menyebutkan Gerakan aksi  di depan Nasdem Tower  tersebut tidak berdasarkan Data dan Fakta hanya untuk Menyudutkan ,  membangun Opini Negatif terhadap Mantan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan Puteranya Ananda Tohpati Anggota DPR-RI Fraksi Partai Nasdem .  Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang di jamin Undang undang namun jangan lantas  bisa sesukanya membuat isu dan Tuduhan kepada pihak Lain ujarnya .
Heru Purwoko juga menambahkan, semestinya para pengunjuk rasa  dapat memahami terlebih dahulu mengenai bagaimana kinerja penanganan dan pengembangan kasus yang tengah di sidik KPK ataupun masuk dalam tahap persidangan di Tipikor . Agar, mereka tidak kebablasan , memberikan presure terhadap kerja KPK.
“Harapannya agar Tidak ada lagi Gerakan aksi aksi Yang menyeret nyeret nama mantan Menteri Lhk Siti Nurbaya Bakar dan Puteranya Ananda Tohpati ” . Terkait dengan tuduhan Bahwa Ananda Tohpati terlibat dalam Bisnis Kehutanan adalah Fitnah semata , Ananda Tohpati saat ini tengah Fokus Menyerap dan menindaklanjuti aspirasi Masyarakat  Sebagai Anggota DPR RI di komisi IV dengan lingkup tugas Pertanian , Pangan , Maritim dan Kehutanan
Terkait dengan Tuduhan bahwa Siti Nurbaya Bakar terlibat dalam kasus di Inhutani V menurut Heru Purwoko itu sangat sangat ngawur asbun ( Asal bunyi saja )

Heru Purwoko menyebutkan berdasarkan catatan Kemah Indonesia  selama 1 Dekade Menjabat ,  Siti Nurbaya bakar menjadikan KLHK berhasil menyelesaikan 100 persen legalitas kawasan hutan dengan penataan kawasan hutan melalui program Indonesia for Lunetsing. KLHK kini memiliki data yang akurat  mengenai lokasi, jenis, volume, dan penanggung jawab setiap kegiatan memastikan langkah-langkah keberlanjutan  yang lebih efektif dan terarah , Keberhasilan menjadikan  KLHK  dari nilai reformasi birokrasi yang meningkat dari kategori B dengan skor 61,60 pada tahun 2015 menjadi kategori A dengan skor 80,93 pada tahun 2023 , KLHK di bawah kepemimpinan Siti Nurbaya Bakar  juga berhasil merehabilitasi 1,9 juta hektare lahan kritis melalui program rehabilitasi hutan dan lahan atau RHL. Fokus utamanya adalah reboisasi, penghijauan, konservasi tanah dan air, serta rehabilitasi ekosistem terestrial, gambut,  mangrove dan keberhasilan KLHK lainnya

Sebelumnya jumat ( 3/1/2025 ) terjadi aksi unjukrasa yang  menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan praktik korupsi terkait izin pengelolaan kawasan hutan PT Inhutani V.
Dalam orasinya, massa menyoroti nama mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar beserta lingkar keluarganya, yang disebut-sebut berada dalam pusaran kasus perizinan kehutanan. “Kasus ini tidak boleh berhenti di level bawah. KPK harus berani mengusut sampai ke akar-akarnya .
Massa juga menyoroti keberangkatan Siti Nurbaya ke Singapura pada 18 September 2025 bersama menantunya, yang menimbulkan pertanyaan publik di tengah sorotan kasus tersebut. Selain itu, nama Ananda Tohpati, anggota DPR RI sekaligus anak Siti Nurbaya, juga didesak untuk diperiksa KPK terkait dugaan keterlibatan dalam bisnis kehutanan.
Dalam pernyataan sikapnya mereka  menuntut:
1. KPK mengusut tuntas dugaan suap perizinan penggunaan kawasan hutan di tubuh Kementerian LHK periode 2019–2024.
2. KPK memanggil dan memeriksa Siti Nurbaya atas dugaan keterlibatan dalam izin pengelolaan kawasan hutan PT Inhutani V.
3. KPK memanggil dan memeriksa Ananda Tohpati, anggota DPR RI yang juga anak Siti Nurbaya.
4. Presiden Prabowo Subianto memberi atensi khusus pada pemberantasan korupsi sesuai dengan agenda Asta Cita.