AS Memperkuat Dollar nya untuk Menekan Sektor Lain,Seperti Harga Emas dan Komuditas

(Inspirator-rakyat)-Di tengah ketahanan ekonomi AS yg makin keliatan, pasar kembali mainin logika bahwa ekonomi AS lebih kuat dibanding yang lain. Ini terus narik modal global ke aset dolar AS, bikin dolar makin kuat, dan secara gak langsung nge-tekan harga emas.

Christopher Vecchio, Kepala Strategi Futures & Valas di Tastylive, bilang selama 4 bulan berturut-turut sebelumnya dia netral soal emas. Tapi abis pertemuan The Fed terbaru, dia resmi berubah jadi bearish terhadap prospek harga emas ke depan. Meskipun The Fed tahan bunga di pertemuan ini, proyeksi ekonomi terbaru nunjukkin kalo para pejabat dukung kenaikan bunga tahun ini. Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga tegas nyatain stabilitas harga sebagai target kebijakan utamanya.
Vecchio bilang, “Biaya modal sama suku bunga jangka pendek itu faktor utama yg ngedominasi harga emas. Buat trading emas, fokusnya cukup liat imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun. Kalo The Fed terus naikin bunga, harga emas bisa turun ke kisaran 3.000 dolar per ons.” Sekarang, imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun emang turun dikit, tapi masi di level tertinggi tahun ini.
David Morrison, Analis Senior Pasar di Trade Nation, bilang tren turun emas jangka pendek belum kelar. Katanya, “Meskipun MACD di grafik harian emas udah masuk zona oversold, tp tingkat oversoldnya masi jauh lebih rendah dibanding Maret tahun ini. Para seller masi punya ruang cukup buat terus nge-tekan harga emas dan bersihin posisi long yg masi ada di pasar.”
Fawad Razaqzada, Analis Pasar di FOREX, bilang pergerakan minggu ini bakal nentuin apakah emas bisa bikin bottom atau gak. Kalo reli kali ini gagal lagi, harga emas kemungkinan besar bakal jebol dan bisa jatuh ke kisaran 3.500 dolar per ons. Buat jangka pendek, resistensi di atas ada di 4.098 dolar sama 4.200 dolar.
Sementara itu, pasar masi terpecah soal jalur kenaikan bunga The Fed. Fahad Tariq, Wakil Presiden Senior Riset Ekuitas di Jefferies, bilang pasar skrg terlalu keprice in ekspektasi kenaikan bunga tahun ini. Kalo liat harga minyak yg turun, faktor fiskal, sama politik, kemungkinan The Fed beneran naikin bunga tahun ini gak gede. Data NFP AS yg bakal rilis pekan ini jadi faktor kunci yg bakal ngaruh ke kebijakan The Fed dan arah pergerakan emas.
Lukman Otunuga, Analis Pasar Senior, bilang kalo data NFP di atas ekspektasi, bakal nguatin sikap hawkish The Fed dan naikin kemungkinan kenaikan bunga di Juli. Kalo gitu, emas kemungkinan besar bakal jebol di bawah 4.000 dolar per ons, dengan target selanjutnya di 3.900 dolar sama 3.740 dolar. Tapi kalo data NFP lemah, emas bisa rebound dan naik ke kisaran 4.100 dolar sampe 4.250 dolar. Laporan NFP kali ini rilis Kamis, dan Jumat pasar AS tutup karena libur Hari Kemerdekaan, jadi likuiditas pasar bakal agak tipis.
Secara keseluruhan, emas jangka pendek lagi menghadapi risiko turun yang lumayan gede, gara-gara ekspektasi hawkish The Fed, dolar AS yang kuat, sama tekanan teknikal. Perang di level 4.000 dolar per ons sekarang udah masuk fase kritis. Tapi beli emas dari bank sentral yang jadi support, plus ekspektasi kenaikan bunga yang masih diraguin, bikin ruang turun emas gak terlalu dalem. Buat jangka pendek, pergerakan emas bakal sangat tergantung sama data NFP. Buat jangka menengah-panjang, emas masi punya nilai investasi yang oke. Pasar emas bakal terus bergerak dalam struktur pertarungan antara long sama short yang berlanjut.

Memulai awal pekan di pasar finansial global selalu mendatangkan semangat baru untuk berburu peluang keuntungan. Namun, sebelum melangkah jauh menyusun strategi teknikal yang rumit, ada satu keputusan fundamental yang akan menentukan jalannya karir investasi Anda, yaitu memilih mitra pialang. Di tengah menjamurnya penyedia layanan perdagangan berjangka saat ini, transparansi operasional telah bergeser dari sekadar nilai tambah menjadi sebuah kewajiban mutlak. Memilih entitas yang terbuka adalah langkah awal paling krusial untuk memastikan bahwa aktivitas perdagangan Anda berjalan di atas landasan yang adil dan aman.
Dalam industri perdagangan derivatif, kejujuran ekosistem kerja pialang berdampak langsung pada performa akun Anda. Ketika Anda mengeksekusi order di pasar Forex, Anda membutuhkan kepastian bahwa harga yang tertera pada layar monitor adalah kuotasi murni dari pasar likuiditas global tanpa adanya manipulasi tersembunyi. Broker yang tidak transparan sering kali merugikan nasabah melalui pelebaran jarak selisih harga (spread) secara sepihak atau penundaan eksekusi (slippage) sengaja yang menggerogoti potensi keuntungan. Oleh sebab itu, keterbukaan informasi menjadi tameng utama bagi kelangsungan modal Anda.