Lambat Bukan Berarti Tertinggal, Cepat Bukan Berarti Dia Yang Paling Hebat, Karena Setiap Orang Sedang Berproses Di Garis Takdirnya Masing-Masing.

Lambat Bukan Berarti Tertinggal, Cepat Bukan Berarti Dia Yang Paling Hebat, Karena Setiap Orang Sedang Berproses Di Garis Takdirnya Masing-Masing.

Oleh : MUH. IKHSAN AM

CATATAN PENTING

📌 BACA SAMPAI SELESAI AGAR TAK GAGAL FAHAM
Agar makna yang tersirat bisa diterima dengan jernih dan tidak disalahpahami.

📌 ARTIKEL INI HANYA UNTUK MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN,
BUKAN UNTUK MENGAJARI ATAU MENGGURUI.

📌SHARING MOTIVATION, INSPIRATION, AND LIFE TIPS TO BRIGHTEN YOUR DAY
BERBAGI MOTIVASI, INSPIRASI, DAN TIPS KEHIDUPAN UNTUK MENCERAHKAN HARI ANDA.

Inspirator-Rakyat.com-Lambat Bukan Berarti Tertinggal, Cepat Bukan Berarti Dia Yang Paling Hebat, Karena Setiap Orang Sedang Berproses Di Garis Takdirnya Masing-Masing.” Di Tinjau Dari Kacamata Islam

1. Makna Filosofis Kalimat Dalam Pandangan Islam

Kalimat Ini Mengandung Tiga Lapisan Makna Utama Yang Sangat Selaras Dengan Ajaran Islam :

1. Relativitas waktu dan pencapaian
2. Larangan membandingkan diri secara batin
3. Kesadaran akan takdir, ikhtiar, dan proses hidup

Dalam Islam, nilai seseorang tidak diukur dari kecepatan hasil, tetapi dari niat, usaha, kesabaran, dan ketakwaan.

2. “Lambat Bukan Berarti Tertinggal” Konsep Waktu Dalam Islam

a. Waktu Bersifat Relatif Dan Subjektif

Islam tidak menilai keberhasilan dengan standar waktu manusia, melainkan dengan hikmah Allah.

Allah berfirman :

“Dan Allah tidak menyegerakan bagi manusia keburukan sebagaimana mereka menyegerakan kebaikan…” (QS. Yunus: 11)

Maknanya :

Apa yang tampak “lambat” bagi manusia, bisa jadi tepat waktu menurut Allah.

b. Proses Lebih Penting daripada Kecepatan

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang dari kalian melakukan suatu amal, ia menyempurnakannya.” (HR. Al-Baihaqi)

Islam tidak mengajarkan terburu-buru, tetapi ketekunan dan kualitas amal.

Orang yang “lambat” bisa jadi sedang :

• Mematangkan mental
• Menguatkan iman
• Ditempa kesabaran
• Dijauhkan dari ujian yang belum sanggup ia tanggung

3. “Cepat Bukan Berarti Dia Yang Paling Hebat”

a. Cepat Bisa Menjadi Ujian, Bukan Keutamaan

Dalam Islam, nikmat adalah ujian, sebagaimana musibah adalah ujian.

Allah berfirman :

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Keberhasilan yang cepat bisa menjadi :

• Ujian kesombongan
• Ujian lupa bersyukur
• Ujian lalai dari Allah

b. Kehebatan Diukur dari Ketakwaan, Bukan Prestasi Dunia

Allah menegaskan standar keunggulan manusia :

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Cepat sukses ≠ lebih mulia
Lambat berhasil ≠ lebih rendah

Yang membedakan hanyalah takwa, bukan timeline.

4. “Setiap Orang Sedang Berproses Di Garis Takdirnya Masing-Masing”

a. Takdir Dalam Islam : Bukan Pasrah, Tapi Terarah

Islam mengenal konsep :

• Qadha’ → ketetapan Allah
• Qadar → ukuran, proses, dan jalur hidup

Namun takdir selalu berjalan bersama ikhtiar.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Muslim)

Artinya :

• Kita tetap berusaha
• Allah yang menentukan hasil dan waktunya

b. Garis Hidup Tidak Pernah Tertukar

Rezeki, jodoh, dan waktu keberhasilan tidak bisa direbut orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan mampu kecuali yang telah Allah tetapkan.” (HR. Tirmidzi)

Maka :

• Membandingkan diri = melelahkan iman
• Iri pada proses orang lain = tidak memahami takdir

5. Kesalahan Umum Manusia: Membandingkan Garis Hidup

Islam melarang perbandingan batin yang melahirkan hasad dan putus asa.

Allah berfirman :

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)

Karena :

• Setiap orang membawa beban yang berbeda
• Setiap jiwa diuji sesuai kemampuannya

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

6. Hikmah Besar Di Balik Proses Yang Lambat

Dalam Islam, proses lambat sering menyimpan rahmat tersembunyi, di antaranya :

• Menguatkan kesabaran
• Membersihkan niat
• Menundukkan ego
• Mendekatkan kepada Allah
• Menyelamatkan dari kerusakan yang terlalu cepat

Banyak nabi diuji dengan penantian panjang :

• Nabi Yusuf ‘alaihis salam → penjara sebelum istana
• Nabi Musa ‘alaihis salam → pelarian sebelum kepemimpinan
• abi Muhammad ﷺ → dakwah sunyi sebelum kemenangan

7. Akidah Dan Hikmah

Kalimat ini sangat Islami secara makna, karena menegaskan bahwa :

Lambat ≠ gagal
Cepat ≠ unggul
Takdir ≠ pasrah
Waktu Allah ≠ waktu manusia

Prinsip Islam Yang Menjadi Inti Kalimat Ini :

Tugas manusia adalah berusaha dengan benar, bukan mengatur waktu hasil.

Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216)

Jika hari ini langkahmu terasa lambat, bukan berarti kamu tertinggal.

Bisa jadi Allah sedang menjagamu dari sesuatu yang belum siap kau hadapi.

Dan jika orang lain tampak lebih cepat, jangan kagum berlebihan karena kita tidak tahu ujian apa yang menyertainya.

Di hadapan Allah, bukan siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang paling lurus di jalan-Nya.

Editor    : MUH. IKHSAN AM 

INSPIRATOR-RAKYAT.COM )

PEJUANG ASPIRASI RAKYAT )

Sumber : https://inspirator-rakyat.com/lambat-bukan-berarti-tertinggal-cepat-bukan-berarti-dia-yang-paling-hebat-karena-setiap-orang-sedang-berproses-di-garis-takdirnya-masing-masing/