WASPADA SERUAN AKSI DEMO 1–5 SEPTEMBER 2025
WASPADA SERUAN AKSI DEMO 1–5 SEPTEMBER 2025
📌BACA SAMPAI SELESAI AGAR TAK GAGAL FAHAM
📌ARTIKEL INI HANYA BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN DAN BUKAN UNTUK MENGAJARI
Oleh : MUH. IKHSAN AM
Inspirator-Rakyat.com-Seruan aksi demo mengajak masyarakat turun ke jalan dengan alasan utama rupiah melemah, harga kebutuhan pokok naik, korupsi semakin luas, DPR dianggap kurang efektif, dan aparat hukum dipandang tidak profesional.
Tuntutannya jelas sahkan RUU perampasan aset koruptor dan pecat pejabat berkasus korupsi. Jika ini tidak terealisasi dari 01 hingga 05 September, rakyat akan menyuarakan “kedaulatan” mereka di depan DPR. Pesan keras menyatakan, 80 tahun merdeka, namun prestasi yang dirasakan hanya korupsi.
Aksi demo ini beredar luas, seperti percakapan sehari-hari di warung kopi yang membahas ekonomi, politik, dan hukum secara bersamaan. Bedanya, aksi demo ini mengajak bertindak nyata turun ke jalan.
Namun, Benarkah Solusi Ada Di Jalanan ?
Pengalaman demo selama ini menunjukkan harga barang tetap naik, BBM dan pajak tidak berubah. Perbedaan hanya pada wajah presiden di poster-poster sedang di protes.
Di rumah, masyarakat menghemat beras dan gula, membeli minyak goreng secukupnya. Banyak yang gajinya habis untuk membayar cicilan.
Sementara pejabat di layar televisi tersenyum tipis, bicara soal stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, realitas di rumah warga sangat berbeda.
Inilah realitas politik praktis solusi bersifat sementara dan berubah-ubah. Janji mudah terlupakan, subsidi datang dan pergi, gebrakan politik para politisi berubah kompromi di bawa meja.
Korupsi bukan rahasia lagi. Dari kasus bansos ke tambang, dari pejabat pusat hingga daerah. Kata “oknum” kerap dipakai seolah korupsi hanya kesalahan individu, padahal sudah jadi masalah sistematik.
Demo mungkin meledak, tapi hasilnya jarang berubah. Masalahnya bukan hanya siapa pemimpinnya, tapi sistem yang memungkinkan hal ini terus terjadi dan terus berulang.
Kita harus jujur. Sistem demokrasi dan ekonomi kapitalis sering memberi ruang kepada kepentingan segelintir orang. Rakyat hanya dijanjikan setiap lima tahun sekali, setelah itu dihadapkan pada kenaikan harga.
Lalu, Apa Solusi Yang Realistis ?
Solusi efektif adalah mengelola aset strategis negara seperti tambang, energi, dan hutan demi kepentingan seluruh rakyat, bukan untuk kepentingan swasta atau oknum pejabat. Negara harus mengelola dan hasilnya kembali untuk kepentingan seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia.
Mata uang harus stabil dan bebas dari spekulasi berlebihan. Ekonomi dibangun atas produksi yang nyata, bukan hanya angka. Pejabat harus digaji layak tanpa menimbun kekayaan dari jabatan mereka.
Koruptor harus diproses tanpa kompromi, dan aset haram harus dikembalikan kepada negara.
Ini adalah pendekatan menyeluruh, yang mengatasi masalah dari akarnya, bukan sekadar memperbaiki yang ada di permukaannya saja.
Pertanyaannya yang penting hari ini apakah kita mau terus menunggu perubahan dari sistem yang berulang dan gagal ? Atau saatnya mendorong perubahan fundamental lewat tata kelola yang adil dan transparan ?
Pada akhirnya, masyarakat hanya punya dua pilihan yaitu bertahan dalam sistem yang selama ini mengecewakan atau berani mendesak perubahan yang nyata demi masa depan yang lebih baik.
Dengan tata kelola yang baik dan tegas, rakyat bisa hidup tenang tanpa harus bergantung pada aksi demo demi kebutuhan dasar mereka.
Editor : MUH. IKHSAN AM
( INSPIRATOR-RAKYAT.COM )
( PEJUANG ASPIRASI RAKYAT )
📌BACA SAMPAI SELESAI AGAR TAK GAGAL FAHAM
📌ARTIKEL INI HANYA BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN DAN BUKAN UNTUK MENGAJARI
Sumber : https://inspirator-rakyat.com/waspada-seruan-aksi-demo-1-5-september-2025/





